
Pada suatu siang, ketika saya tengah berjalan kaki menyusuri trotoar (yang mungkin kurang tepat disebut trotoar karena itu merupakan tutup got) menuju sebuah tempat makan, saya melihat sebuah pemandangan menarik yang mengejutkan. Ada seorang perempuan tua berdaster merah berjalan sedemikian cepatnya. Nampak bahwa sisa-sisa kekuatannya ditumpukan pada kedua kakinya, sementara kedua tangannya terayun bebas, lepas.